Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Selasa, 04 November 2025

Konsep fakta web informasi

 

 

Konsep fakta web informasi

 

 

Konsep Fakta

     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, fakta : suatu hal atau peristiwa yang merupakan fakta, 
sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Fakta berasal dari kata latin factus yang berarti segala sesuatu yang telah dirasakan oleh indera manusia atau data yang benar yang telah dibuktikan dan menjadi kenyataan. Fakta adalah informasi atau data yang ada atau terjadi dalam kehidupan. Ciri utama fakta adalah keunikan dan ketidakterulangannya.

     Fakta dapat diartikan sebagai informasi atau data yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang 
dikumpulkan dan dipelajari oleh para ahli ilmu sosial yang terjamin kebenarannya.Fakta mengacu pada kondisi khusus dan validitas terbatas (tidak berlaku umum). Pentingnya fakta dalam struktur pengetahuan, karena fakta dapat membentuk suatu konsep dan generalisasi. Fakta membuat pernyataan benar atau salah. 

     Fakta adalah sesuatu yang ada apakah semua orang berpikir begitu atau tidak. Sebuah pernyataan 
adalah fakta apakah itu benar atau salah, tetapi menegaskan fakta jika itu benar. Misal saya tampilkan jadwal kereta api yang berangkat jam 10, kalau jadwalnya benar maka ada kereta yang benar-benar berangkat, itu fakta. Dalam hal ini, rel kereta api benar-benar ada. Sebagian besar fakta terlepas dari keinginan kita, oleh karena itu sering disebut "keras", "keras kepala", atau "tak terhindarkan". Fakta fisik sebagian besar independen tidak hanya dari kehendak kita, tetapi juga dari keberadaan kita. Fakta ruang dan waktu ada seperti yang kita bayangkan. Di sisi lain, fakta tentang peristiwa fisik bersifat kualitatif. Fakta adalah semua yang dipahami oleh pikiran manusia. Catatan untuk mengumpulkan fakta disebut data. Seringkali, banyak orang percaya bahwa fakta (biasanya) benar karena mereka mengalami dekat dengan kenyataan dan mungkin melaporkan pengalaman nyata orang lain.
    Secara ilmiah, fakta adalah hasil pengamatan yang objektif dan dapat diverifikasi oleh siapa saja. Fakta adalah pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris. Fakta dari proses terkadang bisa menjadi sains. Misalnya, fakta bahwa bumi itu bulat. Jika seseorang berjalan mengelilingi bumi, berjalan ke timur atau barat, pada akhirnya dia akan kembali ke titik awalnya. Fakta ini tidak didasarkan pada sudut pandang pribadi atau status kelompok tertentu. Karena penelitian sudah membuktikan dan memang 100% (verified) bahwa bumi itu bulat. Fakta ini telah menjadi teori ilmiah.
     Jadi dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa fakta adalah keadaan, peristiwa yang 
merupakan realita yang benar-benar terjadi dan dijamin kebenarannya berdasarkan fakta yang ada. Kita dapat menyimpulkan dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi, fakta mana yang menjadi titik awal pembentukan konsep, dan beberapa konsep dapat membentuk generalisasi. Fakta umumnya dapat dipahami dalam tiga 
bentuk:
1. Fakta berupa benda seperti batu, pohon, manusia dll. 
2. Fakta berupa situasi atau kondisi, seperti panas, kotor, kebisingan, dll. 
3. Fakta berupa peristiwa atau kejadian, seperti kebakaran, pertempuran dan proses lainnya. 
     Berdasarkan pernyataan fakta di atas, ada keadaan yang berbeda tergantung kapan harus menyimpulkan fakta tersebut. Sebagai fakta berupa objek, situasi, peristiwa.

Konsep Web (World Wide Web)

  • Web adalah sistem informasi global berbasis internet yang memungkinkan pengguna mengakses dokumen dan data melalui browser.

  • Web terdiri dari halaman-halaman yang saling terhubung melalui hyperlink dan dapat berisi teks, gambar, video, dan data interaktif.

  • Web berfungsi sebagai platform distribusi informasi dan fakta, baik dalam bentuk situs berita, blog, database online, maupun media sosial

 

Konsep Informasi

 

     Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan 

bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini/mendatang. Pengertian informasi sering disamakan dengan pengertian data. Dimana data merupakan sesuatu yang belum diolah dan belum dapat digunakan sebagai dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan.

   . Informasi adalah informasi yang telah diklasifikasikan atau diproses atau diinterpretasikan untuk 

digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pengolah data memproses data sebagai informasi. Nilai informasi terkait dengan keputusan. Jika tidak ada pilihan atau keputusan, informasi tersebut tidak berguna. Teori informasi lebih tepatnya disebut teori matematika, komunikasi juga menawarkan wawasan yang berguna untuk sistem informasi manajemen, istilah era informasi menunjukkan hubungan antara siklus informasi, tipe data dan keterlambatan pemrosesan dalam mendefinisikan usia informasi. Sumber informasi adalah data. 

     Data merupakan realitas yang menggambarkan suatu peristiwa dan merupakan entitas yang nyata, serta merupakan bentuk yang masih mentah dan belum bisa dikatakan banyak, sehingga harus diolah lebih lanjut oleh suatu model untuk mendapatkan informasi.

     Dengan kata lain knowledge/information, yang berarti pengetahuan atau penjelasan. Dalam bukunya Kamus Komunikasi, Onong Uchjana Effendy menjelaskan bahwa informasi adalah penyampaian pesan dengan penjelasan, baik secara langsung maupun melalui alat komunikasi, kepada khalayak yang memiliki masalah atau sesuatu yang baru bagi mereka. Informasi juga dapat diartikan sebagai pesan yang disampaikan kepada seseorang atau beberapa orang, yang merupakan sesuatu yang unik dan baru bagi mereka, atau informasi adalah benda abstrak yang berisi segala sesuatu dan dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang positif atau sebaliknya. (Effendy, 1989: 179) Informasi dapat mempercepat atau memperlambat pengambilan keputusan dalam penelitian sistem informasi manajemen (SIM). Informasi memiliki kekuatan tertentu untuk membangun atau menghancurkan sistem dalam kehidupan masyarakat.

Dari pengertian ilmu secara umum juga mempengaruhi penyajian karakter Islami dalam artikulasi ilmu  keislaman, diantara pengertian ilmu keislaman adalah:

1.     Informasi Islami adalah penjelasan tentang suatu objek yang sesuai dengan cara berpikir seseorang.

2.      Pengetahuan Islam adalah sesuatu yang dapat memberikan penjelasan yang benar kepada orang-orang dan membantu mereka membentuk opini mereka. 

3.     Informasi Islam adalah transformasi nilai-nilai Islam dan menjelaskan sesuatu yang bertujuan untuk   mendidik dan mencerahkan masyarakat, dan proses penyampaian informasi Islam             adalah untuk    membekali masyarakat dengan nilai-nilai. 

4.     Bahasa Islam, berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah, membantu membentuk opini publik dan 

bertujuan untuk aplikasi praktis ibadah dan muamalat. (Kohar, 2005)

5.      Informasi Islami adalah informasi atau penjelasan yang berasal dari Allah dan     ditujukan kepada  Allah, yaitu informasi yang berasal dari Allah memiliki dua dimensi wahyu dan dimensi realita  kehidupan manusia. (al-Syanqithy, 1986: 18)

                       Dari berbagai bentuk definisi di atas, dapat diartikan bahwa sistem informasi          adalah sekumpulan komponen yang membentuk suatu sistem, dengan keterkaitan antara satu komponen dengan komponen 

lainnya, yang tujuannya adalah untuk menghasilkan informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi, pengklasifikasian arus informasi sangat diperlukan, hal ini dikarenakan banyaknya kebutuhan informasi dari pengguna informasi. Kriteria sistem informasi antara lain fleksibel, efisien dan efektif. Dengan demikian, sistem informasi Islam dapat diartikan sebagai hubungan antar komponen yang saling berhubungan dan bergantung pada implementasi satu unit atau keadaan nyata, yaitu implementasi kebijakan dan strategi informasi negara Islam di publik dan domestik.

a) Informasi berbasis klaim

            Informasi berbasis persyaratan Informasi harus memenuhi persyaratan yang dibutuhkan oleh atasan untuk membuat keputusan yang harus segera dilaksanakan. Berdasarkan persyaratan tersebut, informasi manajemen diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Informasi Terkini

    Pada dasarnya, informasi tepat waktu mengacu pada informasi yang sampai ke manajer sebelum keputusan dibuat karena, seperti yang dijelaskan sebelumnya, informasi sangat penting untuk keputusan. Arti kata “benar” di sini sangat relatif. Bagi seorang manajer, informasi yang sampai kepadanya sehari sebelum pengambilan keputusan dapat dianggap memadai. Namun, ini mungkin tidak berlaku untuk pengemudi lain. Untuk manajer dan manajer lain yang lebih sibuk dari organisasi yang lebih besar, informasi yang tiba mungkin seminggu sebelum keputusan dibuat dianggap memadai. 

2. Informasi terkait

    Informasi yang disampaikan manajer kepada bawahannya harus relevan, yaitu. ia memiliki semacam hubungan dengan kepentingan penerima, sehingga informasi itu diperhatikan.Pentingnya informasi dari sudut pandang kepentingan penerima tidak sama. Ada yang berhubungan sangat erat, ada pula yang hanya berhubungan. Oleh karena itu, semakin banyak informasi terkait dengan kepentingan penerima, semakin banyak perhatian diberikan padanya. Tentu saja informasi yang tidak relevan tidak menarik perhatian penerima informasi. 

3. Informasi berharga

    Informasi berharga berarti informasi berharga untuk pengambilan keputusan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, keputusan diambil sebagai hasil dari pemilihan beberapa alternatif dengan resiko yang paling rendah. Oleh karena itu, jika diperoleh informasi yang berguna dari pilihan-pilihan tersebut, maka informasi tersebut memiliki nilai referensi yang sangat berharga dan berguna untuk 

pengambilan keputusan.

4. Informasi yang dapat dipercaya

    Informasi tersebut harus dapat diandalkan (reliable) dalam manajemen, karena sangat penting bagi citra organisasi, terutama bagi organisasi korporasi yang ikut serta dalam persaingan bisnis. Topik kepercayaan ini selalu mendapat banyak perhatian dari para manajer. Informasi yang diberikan kepada seseorang atau organisasi benar-benar diyakini kebenarannya.

b) Karakteristik kualitas data

     Kualitas informasi tergantung pada tiga (tiga) hal, yaitu: informasi harus akurat (precise), tepat waktu (timelines) dan relevan (traffic). Di bawah ini adalah penjelasan tentang kualitas informasi. 

1) Akurat

    Informasi tidak boleh mengandung kesalahan atau menyesatkan. Precise juga berarti bahwa informasi harus secara jelas menyatakan tujuannya. Informasi tersebut harus akurat, karena dalam kebanyakan kasus gangguan (noise) terjadi dari sumber informasi ke penerima informasi, yang dapat mengubah atau menghancurkan informasi tersebut.

2) tepat waktu (timeline)

    Informasi yang diterima oleh penerima tidak boleh ditunda. Informasi yang sudah usang tidak lagi memiliki nilai karena informasi merupakan dasar pengambilan keputusan. Jika keputusan ditunda, dapat berakibat fatal bagi organisasi. Mahalnya harga informasi dewasa ini disebabkan oleh kecepatan pengiriman atau penerimaan informasi, oleh karena itu diperlukan teknologi terkini untuk memperoleh, mengolah dan mengirimkannya.

3) relevansi

    Informasi ini berguna untuk penggunaannya. Pentingnya informasi bagi satu orang berbeda-beda, misalnya informasi tentang penyebab kerusakan mesin produksi kurang penting dan lebih berarti bagi akuntan perusahaan dibandingkan dengan menunjukkannya kepada teknisi perusahaan. Di sisi lain, informasi harga pokok produksi kurang penting bagi para insinyur, tetapi sangat penting bagi seorang akuntan perusahaan.

c) Informasi berdasarkan dimensi waktu

    Data berdasarkan dimensi waktu diklasifikasikan menjadi dua (2) jenis yaitu:

1. Informasi Awal

    Jenis data ini menyangkut peristiwa masa lalu yang, meskipun jarang digunakan, disimpan di gudang data dan harus diatur dengan rapi dan teratur. Pengaturannya harus sedemikian rupa sehingga dapat disajikan kepada mereka yang membutuhkannya secepat mungkin dan dalam kondisi sesempurna mungkin. Di negara-negara maju, banyak sekali informasi tentang peristiwa masa lalu yang terekam 

dalam bentuk mikrofilm, sehingga tidak membutuhkan banyak ruang dan tempat serta sangat mudah 

ditemukan.

2. Informasi terkini

    Jelas dari sifatnya bahwa yang dimaksud dengan informasi terkini adalah informasi tentang kejadian 

terkini. Berkat teknologi canggih berupa komputer, pengolahan data jenis ini dapat dilakukan dengan 

cepat. Namun, informasi terkini dalam manajemen tidak selalu merupakan hasil pemrosesan komputer. 

Mode produksi teknologi terbaru hanya digunakan untuk data tertentu. Manajer sering tidak menerima 

informasi secara verbal dan informal. Informasi tersebut ternyata sangat penting dalam pengambilan keputusan

 

 Contoh Konsep Web Informasi






Konsep sistem Informasi Manajemen

 Konsep Sistem Informasi Manajemen

A.    APengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen atau SIM merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen (Jogiyanto 1989:14). Hal tersebut didukung oleh pendapat Ramadhania (2014:328) yang mengemukakan bahwa sistem informasi manajemen adalah sistem yang diterapkan dalam suatu organisasi untuk mendukung keputusan dan informasi yang dihasilkan dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen atau dengan kata lain teknik pengelola informasi dalam suatu organisasi.

B.    Tipe Informasi dan Kegiatan Manajemen

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa sistem informasi manajemen ini menyangkut banyak sub-sistem dan banyak kebutuhan serta aktivitas dan kegiatan dalam manajemen untuk menunjang fungsi manajemen itu sendiri. Hal tersebut sejatinya karena informasi dan kegiatan manajemen yang dilakukan dalam organisasi juga memiliki struktur yang cukup rumit.

Kegiatan manajemen mempengaruhi pengolahan informasi, karena informasi yang dibutuhkan berbeda untuk masing-masing tingkatan. Hal tersebut juga bersinggungan dengan perbedaan kewenangan dan tugas yang harus dilaksanakan pula dalam suatu organisasi. Konkretnya, kegiatan serta informasi manajemen yang dapat bersirkulasi pada suatu organisasi dibagi menjadi: tingkat operasional, pengetahuan umum, manajemen menengah, dan level corporate atau manajemen atas yang akan dijabarkan sebagai berikut.

1.       Tingkat Atas (Perencanaan Strategis)
Perencanaan strategis adalah proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi-strategi (Wu dalam Rahman & Saudin, 2022, hlm. 63).

2.   Tingkat Menengah (Pengendalian Manajemen)
Pengendalian Manajemen adalah proses untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang sudah ditetapkan dengan efektif & efisien. Pengendalian manajemen merupakan tingkatan taktik yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah dapat menjalankan taktik jangka pendek, menengah, dan panjang. Proses pengendalian manajemen formal terdiri dari tahapan : programmingbudgetingoperatingmeasurement, dan reporting dan analysis. (Anthony & Dearden dalam Rahman & Saudin, 2022, hlm. 63).

3.   Tingkat Bawah (Pengendalian Operasional)
Pengendalian Operasional adalah proses untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif & efisien. Pengendalian operasi ini merupakan proses penerapan program yang telah ditetapkan di pengendalian manajemen. (Rahman & Saudin, 2022, hlm. 63).

C. Jenis-Jenis Sistem Informasi Manajemen

Oleh karena manajemen memiliki tingkatan-tingkatan berbeda dengan kebutuhan dan kewenangan informasi dan kebutuhan tugas serta pengolahan data yang berbeda pula, secara alami kita juga dapat mengategorikan sistem informasi manajemen menjadi jenis-jenis tertentu yang memiliki spesialisasi untuk memecahkan persoalan manajemen yang spesifik. Menurut Rahman & Saudin (2022, hlm. 64) jenis-jenis sistem informasi manajemen di antaranya adalah sebagai berikut.

1.     Tingkat Bawah/Operasional
Sistem informasi manajemen tingkat transaction processing system (TPS) adalah sistem pengolah informasi yang ditujukan untuk orang/ karyawan yang bertugas mengawasi jalannya organisasi perusahaan sehari-hari dan melakukan transaksi rutin perusahaan dengan pihak luar. Contoh: Pemasaran: penjualan, menerima pesanan, reservasi hotel, dsb.

2.     Tingkat Pengetahuan
Adalah sistem informasi yang ditujukan untuk membantu orang/ karyawan yang mempunyai keahlian khusus dalam menciptakan dan memadukan keahlian baru dalam organisasi. Contoh: knowledge work system (KWS): engineering workstationsgraphics workstations (desain promosi produk) office automation system (OAS): Menangani pekerjaan manajemen (word processingdigital fillingdekstop publishing), penjadwalan kerja (elctronics calenders), komunikasi (e-mailvoice mailvideo-conferencing).

3.     Tingkat Manajemen Menengah
Merupakan sistem informasi yang didesain untuk melayani kebutuhan manajemen untuk memonitor, mengendalikan/ mengawasi, mengambil keputusan, dan melakukan pekerjaan administrasi. Contohnya adalah: management Information system (MIS): manajemen penjualan, pengendalian persediaan, analisis investasi decision support system (DSS): analisis wilayah penjualan, penjadwalan produksi, analisis biaya.

4.     Tingkat Manajemen Atas/Strategis
Pada tingkat manajemen atas, sistem informasi manajemen sering disebut sebagai Executive Support System (ESS) atau sistem support eksekutif adalah sistem informasi yang ditujukan untuk tingkatan teratas perusahaan, yaitu manajemen senior untuk mendukung keputusan senior manajemen dalam aktivitas perencanaan jangka panjang perusahaan. Contohnya, dalam persoalan pemasaran: bagaimana ramalan dan kecenderungan penjualan di masa 5 tahun yang akan datang, dan sebagainya.

C. Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Ada banyak manfaat dan fungsi dari sistem informasi manajemen. Fungsi dari sistem ini tidak terbatas pada pihak manajemen saja, melainkan juga bagi organisasi secara keseluruhan. Menurut Rahman & Saudin, 2022, hlm. 61) manfaat dari sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut:

1.       Meningkatkan kualitas dari SDM dikarenakan unit sistem kerja akan lebih terkoordinasi serta sistematis.

2.       Mempermudah pihak manajemen dalam melakukan pengawasan, perencanaan, pengarahan serta pendelegasian kinerja pada semua departemen yang mempunyai koordinasi dan hubungan.

3.       Meningkatkan efisiensi serta efektivitas data yang lebih realtime dan akurat.




Konsep Dasar Teknologi Informasi

Konsep Dasar Teknologi Informasi

1. Pengertian Teknologi Informasi

Teknologi Informasi (TI) adalah segala bentuk teknologi yang digunakan untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat.
Artinya, TI membantu manusia mengumpulkan, menyimpan, mengelola, memproses, dan menyebarkan informasi dengan cepat dan mudah.




Contoh: komputer, smartphone, internet, aplikasi, dan jaringan komunikasi.

2. Tujuan Teknologi Informasi

Tujuan utama dari TI adalah mempermudah pekerjaan manusia dan meningkatkan efisiensi dalam mendapatkan dan menyampaikan informasi.

Secara umum, tujuan TI adalah:

  • Mempermudah komunikasi (contoh: WhatsApp, email, Zoom).
  • Mempercepat akses data dan informasi (contoh: Google, database online).
  • Meningkatkan produktivitas kerja.
  • Mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

  • Meningkatkan kualitas layanan di berbagai bidang (pendidikan, bisnis, pemerintahan, kesehatan, dll).

B. Manfaat Teknologi Informasi Manfaat 

Teknologi Informasi Manfaat Teknologi informasi banyak sekali yang sudah dinikmati oleh umat manusia seperti dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan yang dapat membantu manusia dalam melakukan aktivitasnya dan tentunya meningkatkan kualitas hidupnya, 

1. Komponen utama

·           Komputer dan perangkat keras: Merupakan tulang punggung TI yang digunakan untuk mengolah data. 

· 2. Jaringan: Saluran komunikasi berkecepatan tinggi yang memungkinkan data, suara, dan video ditransmisikan antar perangkat. 

·    3. Infrastruktur dan proses: Meliputi berbagai sistem dan prosedur untuk mengelola data, seperti basis data, keamanan informasi, dan administrasi sistem.

Fungsi dasar Teknologi Informasi

·       Mengolah data: 

Mengubah data mentah menjadi informasi yang bermakna melalui pemrosesan, penyimpanan, dan manipulasi. 

·       Mengirimkan informasi: 

Memungkinkan transfer informasi secara cepat dan efisien ke berbagai lokasi dan pengguna. 

·       Meningkatkan efisiensi: 

Membantu berbagai kegiatan, mulai dari komunikasi hingga pengambilan keputusan, menjadi lebih cepat dan efisien. 

Tujuan

·       Menyediakan informasi yang berkualitas: 

Menghasilkan informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu untuk berbagai keperluan, baik pribadi maupun profesional. 

·       Mendukung kegiatan operasional: 

Menunjang berbagai kegiatan dalam organisasi, seperti pengelolaan data, komunikasi, dan layanan pelanggan. 

·       Meningkatkan produktivitas: 

Memungkinkan pengolahan tugas-tugas yang berhubungan dengan informasi dengan lebih efisien. 

Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Masa Depan Bisnis dan Komunikasi

Pengaruh teknologi informasi terhadap masa depan bisnis dan komunikasi memiliki peran yang sangat penting. Teknologi informasi tidak hanya mempengaruhi cara kita mengolah data, tetapi juga merancang strategi bisnis yang berkelanjutan. Melalui studi ini, kita dapat memahami bagaimana teknologi informasi dapat menjadi alat yang kuat dalam mengoptimalkan bisnis dan memperluas kemungkinan dalam komunikasi.

Dalam era digital ini, teknologi informasi menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan bisnis. Dengan menggunakan alat teknologi informasi yang tepat, perusahaan dapat mengumpulkan, menganalisis, dan mengolah data dengan lebih efisien. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan strategi yang lebih tepat sasaran.

Pengolahan data yang efektif adalah salah satu aspek penting dalam penggunaan teknologi informasi. Data yang terkelola dengan baik dapat memberikan wawasan berharga yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengidentifikasi peluang baru, dan memahami kebutuhan pelanggan. Dengan mengolah data dengan menggunakan alat teknologi informasi, perusahaan dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pasar mereka.

“Teknologi informasi memainkan peranan krusial dalam membentuk masa depan bisnis dan komunikasi. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, penggunaan teknologi informasi adalah kunci untuk mengoptimalkan penerapan strategi bisnis dan melampaui batasan komunikasi tradisional.”

 Contoh Konsep Dasar Teknologi Informasi


Konsep Dasar Sistem

 Konsep Dasar Sistem

A. Pengertian Konsep Dasar Sistem

Konsep Dasar Sistem Menurut Sutabri dalam (Gobai et al., 2020) suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi saling tergantung, satu sama lain dan terpadu. Teori sistem secara umum pertama kali dijabarkan oleh Kenneth Boulding terutama dalam menekankan pentingnya perhatian terhadap setiap bagian yang membentuk sebuah sistem. Menurut Kadir mengemukakan bahwa “Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai gambaran, jika dalam sebuah sistem terdapat elemen yang tidak memberikan manfaat dalam mencapai tujuan yang sama, maka elemen tersebut dapat dipastikan bukanlah bagian dari sistem.” (Gobai et al., 2020)

Contoh Konsep Dasar Sistem Informasi

B. Sistem 

Hartono mengungkapkan bahwa ”Sistem merupakan suatu gabungan dari berbagai bagian atau elemen, yang saling berhubungan secara teroganisir berdasarkan fungsi-fungsinya, menjadi satu kesatuan.”(Fajarianto et al., 2017)

Pada dasarnya sistem merupakan suatu kerangka dari kumpulan prosedurprosedur yang saling berhubungan dan terikat, yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh guna melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama yang dihasilkan dari suatu proses tertentu yang bertujuan untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam mengambil suatu keputusan.

Contoh Sistem



C .Karakteristik Sistem 

Sutabri mengungkapkan bahwa “Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang dapat mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem.” (Fajarianto et al., 2017) Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Contoh Gambar Karakteristik Sistem

 1. Komponen (Components) Suatu sistem terdiri atas sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan berkerjasama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem ini dapat berupa suatu bentuk subsistem. Masing-masing subsistem memiliki karakteristik sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan . Suatu sistem dapat memiliki sistem yang lebih besar atau disebut sebagai dengan supra sistem. 1. Batasan Sistem (boundary) Ruang lingkup sistem mencakup daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dianggap sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. 2. Lingkungan Luar Sistem (Environtment) Apapun bentuk yang berada di luar batasan sistem yang dapat mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut dengan lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat memberikan keuntungan dan kerugian bagi sistem tersebut. 3. Penghubung Sistem (Interface) Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumbersumber daya mengalir dari satu subsistem menuju subsistem yang lain. Keluaran suatu subsistem nantinya akan menjadi masukan untuk subsistem yang lain dengan melewati penghubung. Dengan demikian maka terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan. 4. Masukan Sistem (input) Masukan sistem merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem yang dapat berupa pemeliharaan (maintance input) dan sinyal (signal input) 5. Keluaran Sistem (Output) Keluaran sistem merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi suatu keluaran yang bermanfaat. 6. Pengolah Sistem (Process) Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang dapat mengubah sebuah masukan menjadi suatu keluaran. 7. Sasaran Sitem (objective) Suatu sistem memiliki target dan tujuan yang pasti dan bersifat deterministik. Suatu sistem dapat dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Contoh Gambar Komponen SIM

Contoh Komponen Sistem

D. Konsep Dasar Informasi 

Menurut Darmawan didalam (Fajarianto et al., 2017) “Informasi merupakan sejumlah data yang telah diolah atau diproses melalui prosedur pengolahan data dalam rangka menguji tingkat kebenarannya dan keterpakaiannya sesuai dengan kebutuhan”. Informasi merupakan sesuatu yang dihasilkan melalui pengolahan data. Data yang sudah ada kemudian diolah dan dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah informasi yang berguna.

Contoh Dasar Sisteom Informasi