Konsep Dasar Sistem
A. Pengertian Konsep Dasar Sistem
Konsep Dasar Sistem Menurut Sutabri dalam (Gobai et al., 2020) suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi saling tergantung, satu sama lain dan terpadu. Teori sistem secara umum pertama kali dijabarkan oleh Kenneth Boulding terutama dalam menekankan pentingnya perhatian terhadap setiap bagian yang membentuk sebuah sistem. Menurut Kadir mengemukakan bahwa “Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai gambaran, jika dalam sebuah sistem terdapat elemen yang tidak memberikan manfaat dalam mencapai tujuan yang sama, maka elemen tersebut dapat dipastikan bukanlah bagian dari sistem.” (Gobai et al., 2020)
Contoh Konsep Dasar Sistem Informasi

B. Sistem
Hartono mengungkapkan bahwa ”Sistem merupakan suatu gabungan dari berbagai bagian atau elemen, yang saling berhubungan secara teroganisir berdasarkan fungsi-fungsinya, menjadi satu kesatuan.”(Fajarianto et al., 2017)
Pada dasarnya sistem merupakan suatu kerangka dari kumpulan prosedurprosedur yang saling berhubungan dan terikat, yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh guna melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama yang dihasilkan dari suatu proses tertentu yang bertujuan untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam mengambil suatu keputusan.
Contoh Sistem
C .Karakteristik Sistem
Sutabri mengungkapkan bahwa “Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang dapat mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem.” (Fajarianto et al., 2017) Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Contoh Gambar Karakteristik Sistem
Contoh Gambar Komponen SIM
D. Konsep Dasar Informasi
Menurut Darmawan didalam (Fajarianto et al., 2017) “Informasi merupakan sejumlah data yang telah diolah atau diproses melalui prosedur pengolahan data dalam rangka menguji tingkat kebenarannya dan keterpakaiannya sesuai dengan kebutuhan”. Informasi merupakan sesuatu yang dihasilkan melalui pengolahan data. Data yang sudah ada kemudian diolah dan dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah informasi yang berguna.
Contoh Dasar Sisteom Informasi





Nama : M. ROIS SALIM
BalasHapusKelompok : 4
pertanyaan :
Apakah kemajuan teknologi (AI, Big Data, Cloud Computing) menjadikan fungsi dasar Sistem Manajemen Informasi lebih bersifat otomatis dan mengurangi peran analitis manusia? Jelaskan secara kritis!
Kemajuan teknologi seperti AI, Big Data, dan Cloud Computing memang mengotomatisasi banyak fungsi dasar Sistem Manajemen Informasi (SMI)—mulai dari pengumpulan, penyimpanan, hingga analisis data. Namun, otomatisasi bukan berarti netral atau bebas risiko. tetapi Teknologi mempercepat dan memperluas kemampuan SMI, tetapi juga menggeser pusat kendali dari manusia ke sistem otomatis yang tidak selalu transparan. Maka, peran analitis manusia bukan hanya penting—ia menjadi penyeimbang etis dan intelektual dalam era digital yang serba otomatis.
HapusIwan ganteng slebew kelompok 4
BalasHapusJelaskan mengapa informasi penting dalam pengambilan keputusan
nformasi sangat penting dalam pengambilan keputusan karena membantu memahami masalah, mengevaluasi alternatif, dan memilih solusi terbaik secara rasional dan tepat waktu.
HapusFungsi Utama Informasi dalam Pengambilan Keputusan
Memahami situasi dan masalah: Informasi memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi yang sedang dihadapi, termasuk peluang dan ancaman.
Mengevaluasi alternatif: Dengan informasi yang akurat, pengambil keputusan dapat membandingkan berbagai opsi berdasarkan data dan fakta, bukan asumsi.
Mengurangi ketidakpastian: Informasi yang relevan dan terkini membantu mengurangi risiko dan spekulasi dalam memilih tindakan.
Meningkatkan efisiensi dan efektivitas: Keputusan yang didasarkan pada informasi yang baik cenderung lebih tepat sasaran dan hemat sumber daya.
Mendukung akuntabilitas: Keputusan yang berbasis informasi dapat dipertanggungjawabkan secara logis dan profesional.
egy dini agustin 2483207023
BalasHapusSejauh mana peran manusia harus dipertahankan dalam sebuah sistem yang semakin banyak diotomatisasi oleh teknologi?
Peran manusia tetap sangat penting meskipun banyak sistem sekarang sudah diotomatisasi oleh teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, dan sistem informasi pintar.
HapusTeknologi memang mampu bekerja lebih cepat, akurat, dan efisien dalam mengolah data atau menjalankan tugas rutin. Namun, teknologi tidak memiliki nilai-nilai manusia, seperti intuisi, empati, moral, kreativitas, dan pertimbangan etis hal-hal yang sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan.
Manusia berperan penting untuk:
1. Merancang, mengawasi, dan memperbaiki sistem otomatis agar tetap berjalan sesuai tujuan organisasi.
2. Mengambil keputusan strategis dan etis yang tidak bisa sepenuhnya diserahkan pada mesin.
3. Menilai dampak sosial dan kemanusiaan dari penggunaan teknologi agar tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain.
4. Berinovasi — karena mesin hanya bisa bekerja berdasarkan data, sedangkan manusia bisa menciptakan hal baru.
Jadi, meskipun banyak pekerjaan kini dibantu oleh sistem otomatis, manusia tetap menjadi pusat kendali utama.Teknologi seharusnya menjadi alat bantu manusia, bukan pengganti sepenuhnya.
Jadi, lebih singkatnya Otomatisasi memang meningkatkan efisiensi, tetapi tanpa manusia, teknologi kehilangan arah dan nilai kemanusiaannya.
Maka, peran manusia harus tetap dipertahankan sebagai pengambil keputusan, pengendali moral, dan sumber inovasi.