Selasa, 04 November 2025

Konsep Dasar Sistem

 Konsep Dasar Sistem

A. Pengertian Konsep Dasar Sistem

Konsep Dasar Sistem Menurut Sutabri dalam (Gobai et al., 2020) suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi saling tergantung, satu sama lain dan terpadu. Teori sistem secara umum pertama kali dijabarkan oleh Kenneth Boulding terutama dalam menekankan pentingnya perhatian terhadap setiap bagian yang membentuk sebuah sistem. Menurut Kadir mengemukakan bahwa “Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai gambaran, jika dalam sebuah sistem terdapat elemen yang tidak memberikan manfaat dalam mencapai tujuan yang sama, maka elemen tersebut dapat dipastikan bukanlah bagian dari sistem.” (Gobai et al., 2020)

Contoh Konsep Dasar Sistem Informasi

B. Sistem 

Hartono mengungkapkan bahwa ”Sistem merupakan suatu gabungan dari berbagai bagian atau elemen, yang saling berhubungan secara teroganisir berdasarkan fungsi-fungsinya, menjadi satu kesatuan.”(Fajarianto et al., 2017)

Pada dasarnya sistem merupakan suatu kerangka dari kumpulan prosedurprosedur yang saling berhubungan dan terikat, yang disusun sesuai dengan skema yang menyeluruh guna melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama yang dihasilkan dari suatu proses tertentu yang bertujuan untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam mengambil suatu keputusan.

Contoh Sistem



C .Karakteristik Sistem 

Sutabri mengungkapkan bahwa “Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang dapat mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem.” (Fajarianto et al., 2017) Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Contoh Gambar Karakteristik Sistem

 1. Komponen (Components) Suatu sistem terdiri atas sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan berkerjasama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem ini dapat berupa suatu bentuk subsistem. Masing-masing subsistem memiliki karakteristik sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan . Suatu sistem dapat memiliki sistem yang lebih besar atau disebut sebagai dengan supra sistem. 1. Batasan Sistem (boundary) Ruang lingkup sistem mencakup daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dianggap sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. 2. Lingkungan Luar Sistem (Environtment) Apapun bentuk yang berada di luar batasan sistem yang dapat mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut dengan lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat memberikan keuntungan dan kerugian bagi sistem tersebut. 3. Penghubung Sistem (Interface) Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumbersumber daya mengalir dari satu subsistem menuju subsistem yang lain. Keluaran suatu subsistem nantinya akan menjadi masukan untuk subsistem yang lain dengan melewati penghubung. Dengan demikian maka terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan. 4. Masukan Sistem (input) Masukan sistem merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem yang dapat berupa pemeliharaan (maintance input) dan sinyal (signal input) 5. Keluaran Sistem (Output) Keluaran sistem merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi suatu keluaran yang bermanfaat. 6. Pengolah Sistem (Process) Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang dapat mengubah sebuah masukan menjadi suatu keluaran. 7. Sasaran Sitem (objective) Suatu sistem memiliki target dan tujuan yang pasti dan bersifat deterministik. Suatu sistem dapat dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

Contoh Gambar Komponen SIM

Contoh Komponen Sistem

D. Konsep Dasar Informasi 

Menurut Darmawan didalam (Fajarianto et al., 2017) “Informasi merupakan sejumlah data yang telah diolah atau diproses melalui prosedur pengolahan data dalam rangka menguji tingkat kebenarannya dan keterpakaiannya sesuai dengan kebutuhan”. Informasi merupakan sesuatu yang dihasilkan melalui pengolahan data. Data yang sudah ada kemudian diolah dan dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah informasi yang berguna.

Contoh Dasar Sisteom Informasi




 

 

 

 

 

 



6 komentar:

  1. Nama : M. ROIS SALIM
    Kelompok : 4
    pertanyaan :
    Apakah kemajuan teknologi (AI, Big Data, Cloud Computing) menjadikan fungsi dasar Sistem Manajemen Informasi lebih bersifat otomatis dan mengurangi peran analitis manusia? Jelaskan secara kritis!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemajuan teknologi seperti AI, Big Data, dan Cloud Computing memang mengotomatisasi banyak fungsi dasar Sistem Manajemen Informasi (SMI)—mulai dari pengumpulan, penyimpanan, hingga analisis data. Namun, otomatisasi bukan berarti netral atau bebas risiko. tetapi Teknologi mempercepat dan memperluas kemampuan SMI, tetapi juga menggeser pusat kendali dari manusia ke sistem otomatis yang tidak selalu transparan. Maka, peran analitis manusia bukan hanya penting—ia menjadi penyeimbang etis dan intelektual dalam era digital yang serba otomatis.

      Hapus
  2. Iwan ganteng slebew kelompok 4
    Jelaskan mengapa informasi penting dalam pengambilan keputusan

    BalasHapus
    Balasan
    1. nformasi sangat penting dalam pengambilan keputusan karena membantu memahami masalah, mengevaluasi alternatif, dan memilih solusi terbaik secara rasional dan tepat waktu.
      Fungsi Utama Informasi dalam Pengambilan Keputusan
      Memahami situasi dan masalah: Informasi memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi yang sedang dihadapi, termasuk peluang dan ancaman.

      Mengevaluasi alternatif: Dengan informasi yang akurat, pengambil keputusan dapat membandingkan berbagai opsi berdasarkan data dan fakta, bukan asumsi.

      Mengurangi ketidakpastian: Informasi yang relevan dan terkini membantu mengurangi risiko dan spekulasi dalam memilih tindakan.

      Meningkatkan efisiensi dan efektivitas: Keputusan yang didasarkan pada informasi yang baik cenderung lebih tepat sasaran dan hemat sumber daya.

      Mendukung akuntabilitas: Keputusan yang berbasis informasi dapat dipertanggungjawabkan secara logis dan profesional.

      Hapus
  3. egy dini agustin 2483207023
    Sejauh mana peran manusia harus dipertahankan dalam sebuah sistem yang semakin banyak diotomatisasi oleh teknologi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Peran manusia tetap sangat penting meskipun banyak sistem sekarang sudah diotomatisasi oleh teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, dan sistem informasi pintar.
      Teknologi memang mampu bekerja lebih cepat, akurat, dan efisien dalam mengolah data atau menjalankan tugas rutin. Namun, teknologi tidak memiliki nilai-nilai manusia, seperti intuisi, empati, moral, kreativitas, dan pertimbangan etis hal-hal yang sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan.
      Manusia berperan penting untuk:
      1. Merancang, mengawasi, dan memperbaiki sistem otomatis agar tetap berjalan sesuai tujuan organisasi.
      2. Mengambil keputusan strategis dan etis yang tidak bisa sepenuhnya diserahkan pada mesin.
      3. Menilai dampak sosial dan kemanusiaan dari penggunaan teknologi agar tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain.
      4. Berinovasi — karena mesin hanya bisa bekerja berdasarkan data, sedangkan manusia bisa menciptakan hal baru.
      Jadi, meskipun banyak pekerjaan kini dibantu oleh sistem otomatis, manusia tetap menjadi pusat kendali utama.Teknologi seharusnya menjadi alat bantu manusia, bukan pengganti sepenuhnya.
      Jadi, lebih singkatnya Otomatisasi memang meningkatkan efisiensi, tetapi tanpa manusia, teknologi kehilangan arah dan nilai kemanusiaannya.
      Maka, peran manusia harus tetap dipertahankan sebagai pengambil keputusan, pengendali moral, dan sumber inovasi.

      Hapus