Konsep Sistem Informasi Manajemen
A. A. Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem
Informasi Manajemen atau SIM merupakan penerapan sistem informasi di dalam
organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua
tingkatan manajemen (Jogiyanto 1989:14). Hal tersebut didukung oleh pendapat
Ramadhania (2014:328) yang mengemukakan bahwa sistem informasi manajemen adalah
sistem yang diterapkan dalam suatu organisasi untuk mendukung keputusan dan
informasi yang dihasilkan dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen atau dengan
kata lain teknik pengelola informasi dalam suatu organisasi.
B.
Tipe Informasi dan Kegiatan Manajemen
Sebelumnya
telah dijelaskan bahwa sistem informasi manajemen ini menyangkut banyak
sub-sistem dan banyak kebutuhan serta aktivitas dan kegiatan dalam manajemen
untuk menunjang fungsi manajemen itu sendiri. Hal tersebut sejatinya karena
informasi dan kegiatan manajemen yang dilakukan dalam organisasi juga memiliki
struktur yang cukup rumit.
Kegiatan manajemen mempengaruhi pengolahan informasi,
karena informasi yang dibutuhkan berbeda untuk masing-masing tingkatan. Hal
tersebut juga bersinggungan dengan perbedaan kewenangan dan tugas yang harus
dilaksanakan pula dalam suatu organisasi. Konkretnya, kegiatan serta informasi
manajemen yang dapat bersirkulasi pada suatu organisasi dibagi menjadi: tingkat
operasional, pengetahuan umum, manajemen menengah, dan level corporate atau
manajemen atas yang akan dijabarkan sebagai berikut.
1.
Tingkat
Atas (Perencanaan Strategis)
Perencanaan
strategis adalah proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penetapan tujuan
organisasi dan penentuan strategi-strategi (Wu dalam Rahman & Saudin, 2022,
hlm. 63).
2.
Tingkat
Menengah (Pengendalian Manajemen)
Pengendalian
Manajemen adalah proses untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan
strategi yang sudah ditetapkan dengan efektif & efisien. Pengendalian
manajemen merupakan tingkatan taktik yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah
dapat menjalankan taktik jangka pendek, menengah, dan panjang. Proses
pengendalian manajemen formal terdiri dari tahapan : programming, budgeting, operating, measurement,
dan reporting dan analysis. (Anthony &
Dearden dalam Rahman & Saudin, 2022, hlm. 63).
3.
Tingkat Bawah
(Pengendalian Operasional)
Pengendalian
Operasional adalah proses untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah
dilaksanakan secara efektif & efisien. Pengendalian operasi ini merupakan
proses penerapan program yang telah ditetapkan di pengendalian manajemen.
(Rahman & Saudin, 2022, hlm. 63).
C. Jenis-Jenis Sistem Informasi Manajemen
Oleh karena manajemen memiliki
tingkatan-tingkatan berbeda dengan kebutuhan dan kewenangan informasi dan
kebutuhan tugas serta pengolahan data yang berbeda pula, secara alami kita juga
dapat mengategorikan sistem informasi manajemen menjadi jenis-jenis tertentu
yang memiliki spesialisasi untuk memecahkan persoalan manajemen yang spesifik.
Menurut Rahman & Saudin (2022, hlm. 64) jenis-jenis sistem informasi
manajemen di antaranya adalah sebagai berikut.
1.
Tingkat
Bawah/Operasional
Sistem
informasi manajemen tingkat transaction processing system (TPS)
adalah sistem pengolah informasi yang ditujukan untuk orang/ karyawan yang
bertugas mengawasi jalannya organisasi perusahaan sehari-hari dan melakukan
transaksi rutin perusahaan dengan pihak luar. Contoh: Pemasaran: penjualan,
menerima pesanan, reservasi hotel, dsb.
2.
Tingkat
Pengetahuan
Adalah sistem informasi yang ditujukan untuk membantu orang/ karyawan yang
mempunyai keahlian khusus dalam menciptakan dan memadukan keahlian baru dalam
organisasi. Contoh: knowledge work system (KWS): engineering workstations, graphics workstations (desain
promosi produk) office automation system (OAS):
Menangani pekerjaan manajemen (word processing/ digital filling, dekstop publishing),
penjadwalan kerja (elctronics calenders), komunikasi (e-mail, voice
mail, video-conferencing).
3.
Tingkat
Manajemen Menengah
Merupakan
sistem informasi yang didesain untuk melayani kebutuhan manajemen untuk
memonitor, mengendalikan/ mengawasi, mengambil keputusan, dan melakukan
pekerjaan administrasi. Contohnya adalah: management Information
system (MIS): manajemen penjualan, pengendalian persediaan, analisis
investasi decision support system (DSS): analisis wilayah
penjualan, penjadwalan produksi, analisis biaya.
4.
Tingkat
Manajemen Atas/Strategis
Pada tingkat manajemen atas, sistem informasi manajemen sering disebut
sebagai Executive Support System (ESS) atau sistem support
eksekutif adalah sistem informasi yang ditujukan untuk tingkatan teratas
perusahaan, yaitu manajemen senior untuk mendukung keputusan senior manajemen
dalam aktivitas perencanaan jangka panjang perusahaan. Contohnya, dalam
persoalan pemasaran: bagaimana ramalan dan kecenderungan penjualan di masa 5
tahun yang akan datang, dan sebagainya.
C. Manfaat Sistem Informasi Manajemen
Ada banyak manfaat dan fungsi dari sistem informasi manajemen. Fungsi dari
sistem ini tidak terbatas pada pihak manajemen saja, melainkan juga bagi
organisasi secara keseluruhan. Menurut Rahman & Saudin, 2022, hlm. 61) manfaat
dari sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut:
1.
Meningkatkan
kualitas dari SDM dikarenakan unit sistem kerja akan lebih terkoordinasi serta
sistematis.
2.
Mempermudah
pihak manajemen dalam melakukan pengawasan, perencanaan, pengarahan serta pendelegasian
kinerja pada semua departemen yang mempunyai koordinasi dan hubungan.
3.
Meningkatkan
efisiensi serta efektivitas data yang lebih realtime dan akurat.

Iwan kelompok 4
BalasHapusBagaimana MIS membantu pengambilan keputusan manajerial?
Sistem Informasi Manajemen (MIS) membantu pengambilan keputusan manajerial dengan menyediakan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu untuk mendukung analisis, perencanaan, dan evaluasi strategi organisasi.
Hapus1. Menyediakan Informasi yang Terstruktur
MIS mengumpulkan dan mengolah data dari berbagai sumber internal dan eksternal.
2. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas
Dengan MIS, proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat karena data tersedia secara real-time.
3. Mendukung Analisis Alternatif Keputusan
MIS membantu manajer dalam mengevaluasi berbagai alternatif solusi terhadap suatu masalah.
Emi Ngurviani
BalasHapus2483207025
kel 3
Bagaimana peran sistem manajemen dalam mencapai tujuan organisasi?
Bagaimana peran sistem manajemen dalam mencapai tujuan organisasi?
HapusJawaban:
Sistem manajemen berperan penting dalam mencapai tujuan organisasi karena sistem ini berfungsi sebagai kerangka teratur yang mengatur bagaimana sumber daya (manusia, dana, waktu, dan teknologi) digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Beberapa peran utama sistem manajemen dalam mencapai tujuan organisasi adalah:
🧭 Mengarah pada Tujuan yang Jelas
Sistem manajemen membantu menetapkan visi, misi, dan tujuan yang terukur sehingga setiap bagian organisasi memiliki arah dan fokus kerja yang sama.
⚙️ Mengatur dan Mengkoordinasikan Kegiatan
Sistem ini memastikan setiap unit kerja saling terkoordinasi dengan baik sehingga tidak terjadi tumpang tindih tugas atau pemborosan sumber daya.
📊 Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas
Dengan prosedur yang terstandar, sistem manajemen meminimalkan kesalahan, mempercepat proses kerja, dan meningkatkan kualitas hasil.
🧠 Mendukung Pengambilan Keputusan
Sistem manajemen menyediakan informasi yang akurat dan relevan bagi pimpinan untuk membuat keputusan yang tepat.
🔁 Melakukan Pengawasan dan Evaluasi
Melalui mekanisme kontrol dan umpan balik, sistem manajemen membantu organisasi menilai sejauh mana kinerja telah sesuai dengan rencana, serta melakukan perbaikan bila diperlukan.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusatika ( 2483207012 ) kelompok: 2
BalasHapusapa perbedaan antara data, informasi, dan pengetahuan (knowledge) berpengaruh terhadap efektivitas penerapan Sistem Informasi Manajemen dalam organisasi?
Sistem Informasi Manajemen (SIM) bukan hanya alat pendukung dalam perencanaan strategis organisasi—ia telah menjadi komponen integral yang membentuk arah, kecepatan, dan kualitas strategi itu sendiri. Dalam era digital, pendekatan ini terlalu sempit. Organisasi yang hanya memanfaatkan SIM sebagai alat bantu berisiko tertinggal secara kompetitif karena gagal mengoptimalkan potensi strategis teknologi informasi. tetapi SIM bukan lagi sekadar alat pelengkap. Ia adalah penggerak strategis yang menentukan kecepatan adaptasi, kualitas keputusan, dan daya saing organisasi. Namun, agar SIM benar-benar menjadi bagian integral dari strategi, organisasi harus:
HapusVisca Antika Wulandini (2483207064)
BalasHapusAnalisis hubungan antara Sistem Informasi Manajemen dengan proses perencanaan strategis organisasi. Apakah SIM hanya alat pendukung, atau bagian integral dari strategi itu sendiri?
Sistem Informasi Manajemen (SIM) bukan sekadar alat pendukung, melainkan bagian integral dari proses perencanaan strategis organisasi karena ia memengaruhi cara organisasi menetapkan tujuan, merumuskan strategi, dan mengevaluasi kinerja secara berkelanjutan. SIM bukan hanya alat pendukung administratif, tetapi komponen strategis yang menentukan arah dan keberhasilan organisasi. Dalam lingkungan bisnis yang dinamis dan berbasis data, SIM harus dirancang dan dikelola sebagai mitra strategis, bukan sekadar sistem pelaporan.
Hapus